Warga Kurang Konsumsi Ikan, Langkat Bikin Program Gemarikan

Langkat, IDN Times - Tingkat konsumsi ikan warga masih rendah, membuat Bupati Langkat Terbit Rencana PA, mencanangkan program peningkatan konsumsi ikan bagi warga Langkat.
Hal ini disampaikan mulai kepada ASN di jajaran Pemkab Langkat, di Halaman Kantor Bupati Langkat, Stabat, Sumatera Utara, Senin (11/11).
1. Siapkan kegiatan Gerakan Masyarakat Makan Ikan

Bupati mengatakan, untuk meningkatkan angka kosumsi ikan per kapita dalam per tahun kepada masyarakat, Pemkab Langkat melalui Dinas Kelautan dan Perikanan melaksanakan program optimalisasi pengolahan dan pemasaran produksi perikanan.
Untuk itu telah disiapkan kegiatan Gerakan Masyarakat Makan Ikan (Gemarikan).
Dijelaskannya, kegiatan ini juga telah didukung oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara. Selain itu ini bagian program nasional dari Kementerian Kelautan RI yang telah mengadakan kegiatan tersebut di Langkat.
"Gemarikan dapat meningkatkan konsumsi ikan, mempunyai arti strategis dalam rangka pemenuhan gizi bagi masyarakat, terlebih bagi daerah Lokus Stunting," katanya.
2. Konsumsi ikan di Langkat rendah

Selain Gemarikan, Pemkab Langkat juga berupaya meningkatkan produksi perikanan melalui intensifikasi usaha dan diversifikasi usaha budidaya perikanan, penangkapan ikan dan pengelolaan hasil perikanan.
Langkah ini guna memenuhi kebutuhan konsumsi ikan masyarakat Langkat yang berjumlah lebih kurang 143 Ribu jiwa.
"Menurut survei data angka konsumsi ikan per kapita per tahun di Langkat, selama ini hanya kurang lebih 39 kilogram per kapita per tahun. Angka konsumsi ikan tersebut masih di bawah rata-rata nasional yaitu 45 kilogram per kapita per tahun," jelasnya.
Rendahnya konsumsi ikan di Langkat, karena perikanan Langkat pada tahun 2018 masih mencapai 55.618,48 ton, yang terdiri dari produksi perikanan tangkap 29.559,92 ton dan dari produksi perikanan budidaya 26.058,56 ton.
3. Ada 9 kecamatan berada di pesisir garis pantai

Asisten I Pemkab Langkat, Abdul Karim menjelaskan, meski rendah, namun dari produksi tahun 2018 itu masih terdapat peluang untuk meningkatkan produksi perikanan dan kelautan. Sebab dari 23 Kecamatan di Langkat terdapat sembilan kecamatan pesisir dengan garis pantai sepangan kurang lebih 110 KM.
"Secara umum masyarakat yang berada di kawasan pesisir ini berprofesi sebagai pelaku usaha perikanan seperti nelayan, budidaya ikan, pengelola dan pemasaran hasil perikanan," katanya.