Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Walhi Desak Polisi Usut Kasus Wafatnya Aktivis Lingkungan Golfrid

IDN Times/Istimewa
IDN Times/Istimewa

Medan, IDN Times - Wafatnya Golfrid Siregar, pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) yang aktif di Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatera Utara menjadi sorotan utama.

Eksekutif Nasional (Eknas) Walhi sudah memberikan sikapnya. Mereka mendesak supaya polisi bergerak cepat mengusut kasus itu. Karena memang banyak kejanggalan dalam kasus itu.

“Kami mendesak pihak Kepolisian Derah Sumatera Utara untuk segera melakukan penyelidikan secara serius untuk menggungkap kematian Golfrid Siregar dan memastikan keadilan bagi almarhum beserta keluarga yang ditinggalkan,” ujar Kepala Departemen Advokasi Eknas Walhi, Zenzi Suhadi dalam keterangan persnya, Senin (7/10) petang.

1. Aktivis lingkungan HAM dan Lingkungan harus dilindungi negara

Dok. IDN Times/Istimewa
Dok. IDN Times/Istimewa

Walhi juga meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk memantau secara intensif kerja Kepolisian dan memastikan independensi dan imparsialitas kepolisian dalam proses penyelidikan tersebut.

“Kami juga mendesak negara untuk segera mengeluarkan kebijakan terkait perlindungan terhadap aktivis lingkungan hidup dan HAM dalam kerja-kerjanya menegakkan keadilan ekologis,” ungkapnya.

Saat ini pihak kepolisian juga tengah melakukan penyelidikan. Polrestabes Medan menurunkan timnya untuk mengumpulkan berbagai informasi terkait wafatnya Golfrid.

“Kami sedang melakukan penyelidikan,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja.

Namun pihaknya belum bisa memastikan kesimpulan dibalik wafatnya Golfrid. “Belum bisa disimpulkan. Masih dalam penyelidikan,” pungkasnya.

2. Tas berisi laptop, dompet dan cincin hilang

IDN Times/Prayugo Utomo
IDN Times/Prayugo Utomo

Wafatnya Golfrid menyisakan tanda tanya. Identifikasi awal polisi menyebut, Golfrid mengalami kecelakaan lalu lintas. Dia ditemukan tidak sadarkan diri di Jalan Layang Jamin Ginting, Kecamatan Padang Bulan, Kota Medan, Kamis (3/10) dini hari.

Golfrid dikabarkan dibawa ke RS Mitra Sejati oleh tukang becak yang menemukannya. Karena kondisinya parah dia diboyong ke RSUP H Adam Malik.

Luka yang diderita Golfrid menuai kecurigaan. Tempurung kepala korban pecah, karena diduga dihantam benda keras. Mata kanannya lebam. Sementara itu barang-barang korban seperti tas, laptop, dompet dan cincin raib. Sedangkan sepeda motornya tidak raib.

 

3. Walhi mencurigai Golfrid dianiaya

IDN Times/Prayugo Utomo
IDN Times/Prayugo Utomo

Walhi mencurigai jika Golfrid dianiaya oleh oknum. Apakah terkait kasus yang didampinginya atau motif lain, mereka belum tahu. Golfrid dinyatakan meninggal dunia, Minggu (6/10) petang.

Share
Topics
Editorial Team
Prayugo Utomo
EditorPrayugo Utomo
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

article scenario tiga puluh satu

02 Sep 2024, 01:03 WIBNews