Sumut Termasuk Provinsi Paling Korup, Saut Situmorang Ungkap Sebabnya
Pematangsiantar, IDN Times - Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menjadi salah satu provinsi terkorup di Indonesia. Tercatat sampai tahun 2018, sudah 12 kepala daerah yang dipenjara karena tersangkut kasus korupsi. Jumlah itu satu peringkat di bawah Provinsi Jatim, dengan total 14 kepala daerah terjerat korupsi.
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengatakan, hal itu dikarenakan kurangnya tingkat pengawasan di Sumut.
"Secara umum Indonesia lambat berubahnya. Karena sistem, iya. Karena pendidikan juga lingkungan," katanya usai menjadi pembicara, Senin (2/12), di Aula Nommensen Pematangsiantar.
1. Di Indonesia mengambil yang bukan haknya itu masih dianggap wajar

Untuk itu, kata Saut, KPK, pemerintah dan masyarakat harus sama sama menyelesaikan satu persatu. Dengan dinaikkan gaji, Saut menilai hal itu tidak menjadikan seseorang akan korupsi.
"Kita gak boleh hanya menindak saja, gak boleh menaikkan gaji saja," katanya.
Meskipun di tubuh institusi anti rasuah itu punya staf dan penyidik yang jago, tidak akan mengubah pola pikir masyarakat dengan tetap korupsi.
"Tapi kalau di kepala bangsa Indonesia tetap korupsi, tidak akan hilang. Jadi nilai yang ada di kepalanya itu memang berbeda. Mengambil yang bukan haknya itu masih dianggap wajar," terangnya.
2. Penindakan dan pencegahan korupsi harus berjalan seiring

Untuk itu, Saut mengatakan, penindakan dan pencegahan harus berjalan seiring. Jika hanya penindakan, hal itu tak akan mengubah keinginan masyarakat termaksud pejabat untuk korupsi. Begitu juga dengan sebaliknya.
"Makanya KPK mencoba balancing itu. Tapi kalau bicara penindakan, anda kekuatannya di bukti itu. Kalau anda tidak punya cukup bukti, gak bisa. Kami yang punya cukup bukti aja bisa kalah di pengadilan,"jelasnya.
3. Jumlah pegawai KPK minim penyebab banyak kasus korupsi tidak bisa ditangani

Saut Situmorang menjelaskan, KPK hanya mampu membereskan ratusan kasus per tahun. Pegawai yang sedikit, menurut Saut, menjadi alasan minimnya kasus yang ditangani mereka.
"Kasihlah KPK 20 ribu pegawai, biar ku bereskan Indonesia. Jadi maklum, banyak berkas yang belum sempat ditindaklanjuti," ucapnya.
4. Pensiun dari KPK, Saut akan habiskan waktu di Siantar

Memasuki masa pensiun beberapa hari lagi, Saut Situmorang lebih memilih tidak melanjutkan karier di penegakan hukum lainnya. Mantan Kaban Sospol Sumut itu mengaku akan menghabiskan masa pensiun di Kota Siantar, Sumut.
"Di Siantar ini enak menghabiskan masa pensiun," katanya tersenyum.
5. Komisioner KPK yang baru jangan anti kritik

Saut yang sudah 4 tahun menjabat di KPK ini yakin akan kinerja komisioner KPK yang baru terpilih. Namun ia berpesan agar pimpinan yang akan datang berbesar hati jika dikritik.
"Saya yakin mereka bisa menyesuaikan diri dengan value di KPK. Di KPK itu, atasan dikritik biasa. Jangan sampai anti dikritik. Kalau tidak bisa dikritik, bisa-bisa bubar Indonesia ini," ujarnya.
