IDN Times/Fadli Syahputra
Kegiatan terakhir dari mahasiswa adalah menyalakan 1.000 lilin. Aksi itu mereka persembahkan agar Indonesia damai, maju, tentram dan sejahtera. Sambil menyanyikan lagu gerakan, massa mengangkat lilin yang telah dinyalakan.
Presiden mahasiswa Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Muhammad Fajar Dalimunte mengatakan, aksi yang mereka lakukan adalah bentuk solidaritas mahasiswa se Kota Medan yang menyatakan bahwasannya mahasiswa adalah satu. Serangkaian kegiatan yang dilakukan mereka persembahkan untuk kawan-kawan pejuang demokrasi yang telah gugur di medan perjuangan saat melakukan aksi di Kendari dan di seluruh Indonesia.
"Selain itu, aksi solidaritas ini dilakukan untuk mendoakan saudara-saudara yang ada di Papua dan saudara-saudara yang terdampak bencana alam di Ambon," kata Fajar.
Ketika disinggung apakah tuntutan aksi mereka sama dengan tuntutan aksi sebelumnya, Fajar menyebutkan bahwa tuntutan mereka sama yaitu tetap menuntut pemerintah untuk melakukan keadilan baik itu terhadap RUU KPK dan RUKUHP.
"Kita sepakat dengan hal-hal itu, tetapi ada hal yang harus didiskusikan dengan kawan-kawan agar bisa diperjuangkan bersama," ujarnya.
Hari ini, kawan-kawan di Indonesia tidak pernah satu pemikiran dalam menyampaikan aspirasi. "Sehingga hari ini kita membuat aksi solidaritas yang menyatakan mahasiswa adalah satu. Menyampaikan satu aspirasi yang dapat kita perjuangkan bersama-sama di seluruh Indonesia," pungkas Fajar.