Puluhan Mahasiswa Aksi 1.000 Lilin di Kantor DPRD Sumut

Medan, IDN Times - Puluhan mahasiswa dari berbagai kampus yang ada di Kota Medan menggelar aksi damai di depan gedung DPRD Sumut di Jalan Imam Bonjol Medan, Sumatera Utara, Selasa (1/10) dari petang hingga malam.
Mereka tiba di gedung wakil rakyat sekira pukul 17.00 WIB, dengan membawa bendera merah putih dan spanduk bertuliskan "Gerakan Solidaritas Doa Bersama untuk Indonesia Damai".
Dalam aksi tersebut massa akan melakukan serangkaian kegiatan di antaranya Salat Ghaib, doa bersama, Sholat Maghrib, Tausiyah dan menyalakan 1.000 lilin. Semua kegiatan itu mereka tujukan untuk para pejuang demokrasi yang telah gugur, korban bencana alam di Ambon, dan para korban kerusuhan di Wamena dengan tujuan agar Indonesia damai.
1. Salat ghaib pembuka aksi mahasiswa

Pantauan IDN Times di lokasi, begitu waktu menunjukkan pukul 18.00 WIB, koordinator lapangan menyerukan kepada puluhan massa agar merapat ke depan gerbang kantor DPRD Sumut. Bukan untuk berorasi, koordinator mengarahkan massa untuk segera membentuk shaf, ternyata mereka berniat melaksanakan Salat Ghaib.
"Salat Ghaib ini kita lakukan untuk mendoakan para wakil rakyat agar betul-betul mengambil kebijakan yang pro rakyat. Dan untuk para pejuang demokrasi yang telah gugur, korban bencana alam di Ambon dan korban kerusuhan di Wamena," kata mahasiswa beralmamater hijau melalui pengeras suara.
Salat Ghaib dipimpin oleh ustaz Koko. Selain massa aksi, beberapa personel polisi yang berjaga tampak mengikuti sholat dengan khusyuk. Selesai salat, ustaz Koko memberikan tausyiah dan memanjatkan doa kepada para pejuang demokrasi yang telah gugur, korban bencana alam di Ambon, dan para korban kerusuhan di Wamena serta mendoakan agar Indonesia damai.
2. Massa dan polisi Salat Maghrib berjamaah di tengah hujan deras

Begitu tausyiah dan doa bersama selesai massa melanjutkan kegiatan selanjutnya yaitu Salat Maghrib berjamaah. Tapi kali ini Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto terlihat ikut di shaf depan. Begitu azan berkumandang hujan turun lumayan deras. Namun keadaan itu tak membuat jamaah bergeser sedikitpun dari shafnya.
Mereka tetap melaksanakan rakaat demi rakaat dengan khusyuk meski harus basah kunyup. Usai Salat Maghrib massa tidak langsung membubarkan diri. Walaupun dalam kebasahan massa masih tetap semangat melanjutkan kegiatan aksi selanjutnya.
3. Massa nyalakan 1.000 lilin untuk Indonesia damai

Kegiatan terakhir dari mahasiswa adalah menyalakan 1.000 lilin. Aksi itu mereka persembahkan agar Indonesia damai, maju, tentram dan sejahtera. Sambil menyanyikan lagu gerakan, massa mengangkat lilin yang telah dinyalakan.
Presiden mahasiswa Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Muhammad Fajar Dalimunte mengatakan, aksi yang mereka lakukan adalah bentuk solidaritas mahasiswa se Kota Medan yang menyatakan bahwasannya mahasiswa adalah satu. Serangkaian kegiatan yang dilakukan mereka persembahkan untuk kawan-kawan pejuang demokrasi yang telah gugur di medan perjuangan saat melakukan aksi di Kendari dan di seluruh Indonesia.
"Selain itu, aksi solidaritas ini dilakukan untuk mendoakan saudara-saudara yang ada di Papua dan saudara-saudara yang terdampak bencana alam di Ambon," kata Fajar.
Ketika disinggung apakah tuntutan aksi mereka sama dengan tuntutan aksi sebelumnya, Fajar menyebutkan bahwa tuntutan mereka sama yaitu tetap menuntut pemerintah untuk melakukan keadilan baik itu terhadap RUU KPK dan RUKUHP.
"Kita sepakat dengan hal-hal itu, tetapi ada hal yang harus didiskusikan dengan kawan-kawan agar bisa diperjuangkan bersama," ujarnya.
Hari ini, kawan-kawan di Indonesia tidak pernah satu pemikiran dalam menyampaikan aspirasi. "Sehingga hari ini kita membuat aksi solidaritas yang menyatakan mahasiswa adalah satu. Menyampaikan satu aspirasi yang dapat kita perjuangkan bersama-sama di seluruh Indonesia," pungkas Fajar.
