Medan, IDN Times - Kematian aktivis lingkungan sekaligus kuasa hukum Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumatera Utara, Golfrid Siregar masih menjadi tanda tanya. Pasalnya, keluarga dan teman seprofesinya melihat ada kejanggalan dengan tewasnya korban.
Golfrid ditemukan tidak sadarkan diri dengan kepala luka parah, akan tetapi anggota tubuh lainnya tak ada luka sedikitpun. Sepeda motor tidak rusak seperti layaknya habis kecelakaan. Tapi, barang-barang seperti tas, laptop, telepon genggam dan cincinnya tidak ditemukan.
Kurang lebih tiga hari dirawat di rumah Sakit Umum Pusat Adam Malik Medan, pegiat HAM tersebut akhirnya Golfrid meninggal dunia. Melihat kejanggalan kematian Golfrid, keluarga dan rekan-rekan seperjuangannya menduga korban menjadi korban pembunuhan.
Jenazah pun baru selesai diautopsi Senin (7/10) malam di RS Bhayangkara Medan.
