Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pengakuan Jack Nat, Orang Pertama Tahu Kecelakaan Mobil Masuk Jurang

IDN Times/Gideon Aritonang
IDN Times/Gideon Aritonang

Simalungun, IDN Times - Petugas telah berhasil mengevakuasi kelima korban kecelakaan mobil Toyota Hilux yang terjun bebas ke jurang Pondok Bulu, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (8/8).

Keberhasilan petugas mengevakuasi seluruh korban tak terlepas dari perjuangan keluarga korban yang pertama sekali menemukan titik jatuhnya mobil di dasar jurang sedalam 200 meter itu.

Siapa saja kah mereka?

1. Masih dalam kondisi luka berat, korban menelpon keluarga yang berada di Medan

Dok. IDN Times/IStimewa
Dok. IDN Times/IStimewa

Sebelum Polisi, petugas Tim SAR dan warga berhasil mengevakuasi, keluarga korban adalah yang pertama sekali menemukan mengetahui kabar kecelakaan dan titik lokasi mobil masuk ke jurang.

Ia adalah Jack Nat, seorang anggota keluarga korban. Mulanya iaa dan dua orang wanita yang merupakan istri dari para korban mendapat telepon dari seorang korban. Dalam percakapan nya, korban mengaku mengalami kecelakaan di jurang yang berada di Jalan Lintas Siantar-Parapat.

"Mendapat kabar itu, kami langsung berangkat. Diperkirakan 1,5 jam lah, baru kami sampai di sini," katanya membuka percakapan.

2. Klakson mobil korban jadi petunjuk titik lokasi jurang

IDN Times/Gideon Aritonang
IDN Times/Gideon Aritonang

Sesampai di Polsek Tiga Balata, Jack Nat memberitahu bahwa keluarga mereka mengalami kecelakaan. Akhirnya seorang Polisi mendampingi Jack beserta istri para korban mencari keberadaan keluarga nya itu.

Mereka pun menuju lokasi jurang Pondok Bulu. Jurang yang dalam membuat keluarga korban beserta Polisi mengalami kesulitan, begitu juga dengan kondisi langit yang masih gelap.

"Sambil masih telponan, mereka membunyikan klakson, supaya kami tahu titiknya. Jurangnya kan luas ini," ucapnya.

3. Menyusuri jurang dengan dibantu sebatang bambu

IDN Times/Gideon Aritonang
IDN Times/Gideon Aritonang

Sekitar Pukul 06.00 WIB, bunyi klakson mobil korban berhasil menarik perhatian perjalanan rombongan mobil Jack Nat. Akhirnya mereka berhenti dan melihat mobil para korban sudah rusak parah.

Perjuangan mereka tidak berhenti sampai situ. Jack Nat melihat curam jurang dan cuaca yang masih gelap. Dengan dibantu sebatang bambu dan alat penerangan seadanya, ia dan polisi turun ke titik para korban.

"Kami melihat mereka sudah luka parah. Kami lihat semua masih hidup, tapi luka patah tulang," terangnya.

4. Kembali ke atas jurang dan meminta bantuan warga sekitar

IDN Times/Gideon Aritonang
IDN Times/Gideon Aritonang

Dengan tenaga seadanya, Jack Nat dibantu seorang Polisi itu mengevakuasi para korban sedikit demi sedikit. "Kami lihat yang terjempit, langsung kami angkat," tuturnya.

Sadar tenaga mereka masih kurang untuk mengevakuasi seluruh korban, Jack Nat naik ke atas jurang dan meminta bantuan warga sekitar. Sejumlah warga dengan inisiatif mencari tali dan tandu serta menghubungi BPBD Siantar.

Warga, Jak Nat serta BPBD Siantar pun turun ke jurang. Akhirnya mereka berhasil mengevakuasi 3 orang korban dan diangkat ke atas jurang. Sementara seorang lagi dievakuasi saat bala bantuan tambahan tiba di lokasi.

Sekitar pukul 12.30 WIB, berkat bantuan SAR, BPBD Siantar, polisi, dan warga, lima korban kecelakaan berhasil dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Tigadolok Simalungun.

Share
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

article scenario tiga puluh satu

02 Sep 2024, 01:03 WIBNews