Ratusan petugas gabungan mulai bergerak menuju ke arah depan untuk membersihkan lokasi. Sementara beberapa petugas dan alat berat tampak membersihkan lapak yang sudah ditinggal pemiliknya.
Begitu petugas hendak beraksi, sejumlah pedagang mencoba berontak, mereka tidak terima lapak dagangannya ditertibkan.
"Kami perjuangkan lapak ini demi perut. Tapi kalian buat kami seperti ini," ucap seorang pedagang
“Ini bukan punya pemerintah. Jangan seenak kalian saja. Dua tahun kami perjuangkan ini, ya. Dua tahun," sambungnya.
Celotehan pedagang tak membuat petugas iba. Mereka tetap merobohkan tenda-tenda milik pedagang. Tindakan itu langsung mendapat reaksi keras dari pedagang yang didominasi kaum ibu tersebut.
“Jangan kaya gitu cara kalian. Enggak ada otakmu,” ucap pedagang berambut pendek sembari membawa bambu dan hendak memukulkannya ke arah petugas.
Sekretaris Satpol PP Kota Medan, Rahmat Harahap, memerintahkan Satpol PP wanita membantu menenangkan para pedagang.
“Mana Polwan,” teriak Rahmat.
Mendengar teriakkan sang komandan, para petugas Satpol PP wanita bergegas mendekati dan merangkul ibu-ibu pedagang. Petugas membujuk mereka agar menjauh dari tenda yang akan dirobohkan.
“Duduk sana ya bu, jangan dekat sini. Bahaya, nanti ibu bisa kena,” ucap seorang personel wanita mengimbau.