Medan, IDN Times - Kematian aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) dan lingkungan hidup Golfrid Siregar masih menyimpan misteri. Keluarga Golfrid dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) melihat sejumlah kejanggalan.
Kejanggalan itu utamanya pada luka di tubuh Golfrid. Tempurung kepalanya pecah seperti dihantam benda tumpul. Mata kanannya lebam.
Dugaan kecelakaan lalu lintas yang disebut polisi masih menuai tanda tanya. Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan. Polda Sumut juga sampai membuat tim khusus untuk mengusut kasus kematian Golfrid.
Mencuat kecurigaan jika kasus Golfrid berkaitan dengan kasus-kasus lingkungan yang tengah diadvokasi Walhi. Lembaga pegiat lingkungan itu juga melakukan investigasi internal.
Apakah Golfrid meninggal karena dianiaya oknum ?
Apakah Hanya mengalami laka lantas biasa ?
Atau Golfrid adalah korban perampokan?
Pertanyaan-pertanyaan ini yang terus mengemuka di publik dan kerabat Golfrid sesama pegiat HAM.
