Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mbrace Gelar Pop It Up 2, Bahas Fashion hingga Hype Millennial

Dok.IDN Times/istimewa
Dok.IDN Times/istimewa

Medan, IDN Times - Jika ingin mengikuti perkembangan fashion, jelas gak bakal ada habisnya. Hal ini dikarenakan setiap tahun, tiap bulan, atau bahkan tiap hari, tren fashion bakal terus berganti.

Terkadang outfit-mu yang kece habis tahun ini, dan kemungkinan besar bisa berubah status jadi norak hanya dalam hitungan beberapa tahun. Tak jelas juga siapa yang menentukan arah perubahannya.

Nah, yang lebih tak habis pikir. Jika diamati belakangan ini makin sering bermunculan ugly fashion atau fashion ‘jelek’ namun unik dan menarik dari merek-merek ternama yang biasanya menjual barang mewah.

1. Hypebeast akan mengikuti tren yang ada

Dok.IDN Times/istimewa
Dok.IDN Times/istimewa

Selera memang tak bisa disamaratakan, tapi contohnya ketika muncul anting-anting Balenciaga (mirip) tutup botol bekas yang dibanderol sampai Rp 6jutaan, wajar saja sih kalau orang-orang bertanya-tanya ‘siapa coba yang mau beli‘?

Menurut situs urbandictionary.com, hypebeast adalah anak-anak yang mengoleksi pakaian, sepatu, dan aksesori branded original dengan tujuan untuk memamerkan kepada orang lain.

Misalnya saja, ada suatu brand sepatu yang sedang tren saat ini, anak-anak hypebeast akan mulai berbondong-bondong untuk membeli dan memiliki sepatu tersebut.

2. Kolaborasi Mbrace bahas Hype dengan 6th street dan Domayn

Dok.IDN Times/istimewa
Dok.IDN Times/istimewa

Mbrace bersama dengan 6th street dan Domayn membahas trend yang lagi Hype di kalangan anak muda Medan, khususnya di bidang style.

Berlokasi di jalan Juanda Medan, 6th street merupakan streetwear store brand internasional. Mereka menjajakan 100 persen original brand-brand luar negeri, mulai dari sepatu, kaos, kemeja, celana dan jaket.

3. Six 6 street, Domayn, dan Kydi.me konsisten dengan desain yang tidak kalah bersaing dengan brand Internasional

Dok.IDN Times/istimewa
Dok.IDN Times/istimewa

Pada Pop it Up 2, Mbrace memberikan penjelasan kepada anak-anak muda kota Medan untuk decide dalam hal berstyle, baik itu brand yang menengah ke atas maupun menengah ke bawah.

Pastinya, untuk brand Internasional dengan mengeluarkan kocek lumayan tebal boleh memilih ke streetwear store six6street dan untuk brand lokalnya ada seperti Domayn dan Kydi.me yang konsisten menghasilkan desain-desain pakaian yang tidak kalah bersaing dengan brand-brand internasional.

4. Six6 Street juga wadah urban life kawula muda kota Medan

Dok.IDN Times/istimewa
Dok.IDN Times/istimewa

Arya, selaku owner dari 6thstreet menyebutkan bahwa 6thstreet sebuah wadah untuk urban lifestyle anak muda Medan. Store mereka menghadirkan brand-brand yang cukup mahal.

"6th Streetwear ini bukan hanya sekedar toko jualan, namun kita hadir di Kota Medan sebagai wadah urban lifenya anak-anak muda Kota Medan," kata Arya.

Pemilihan brand-brand luar menjadi target utama mereka. Mereka tidak menargetkan bahwa anak muda itu harus menggunakan brand internasional harus keren. Namun, brand-brand internasional yang mereka jajakan adalah sebuah pilihan bagi anak muda.

5. Brand Domayn terbentuk dari pergerakan seni musik

Dok.IDN Times/istimewa
Dok.IDN Times/istimewa

Mewakili Domayn, Jere mengatakan beberapa hal menarik kenapa brand lokal mereka patut trend di Kota Medan. Attitude brand Domayn selalu berkaitan dengan musik, pertemanan, dan pergerakan sosial.

"Brand Domayn terbentuk dari movement pergerakan dari seni musik, street culture.. Ya bisa dikatakan style Domayn itu ada di tengah kehidupan kita. Dengan menggunakan brand lokal seperti kami tidak menutup kemungkinan kita kalah saing dengan brand Internasional. Namun, kembali kepada penggunanya apakah dia ingin keren dengan brand Internasional atau keren dengan brand lokal," jelas Jera owner dari Domayn.

Share
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Medan Membuka Fasilitas Bersama Masyarakat Setempat

23 Jan 2026, 12:43 WIBNews