Edy Ikhsan, salah satu bakal calon Wali Kota Medan dari jalur independen tidak mempersoalkan melanisme itu.
"Bagi saya itu tidak jadi masalah, karena itu kan hanya soal perbedaan mekanisme saja," ujar Edy.
Lantaran, kata Edy, mekanisme itu tidak merubah hal fundamental. Misalnya soal jumlah syarat dukungan.
"Hanya berbeda dari sebelumnya saja. Kalau pada pilkada sebelumnya kan kita mendaftar dulu, baru KPU melakukan verifikasi faktual terhadap syarat jumlah dukungan dan syarat administrasi lainnya. Nah, kalau yang sedang digodok hari ini, syarat yang kita punya diverifikasi dulu baru nanti kalau sudah dinyatakan memenuhi syarat baru kemudian mendaftar," ujarnya.
Kata Edy saat ini timnya masih optimis dengan persiapannya maju dalam Pilkada Medan. Sisa waktu sekitar 4 bulan lagi menurutnya masih sangat memungkinkan untuk memenuhi jumlah syarat dukungan minimal yang ditetapkan.
"Sejauh ini seluruh persiapan kita masih on the track. Tim masih bekerja di lapangan dan sejauh ini masih sangat positif," pungkasnya.