Kisah Mida dan 5 Anaknya, Warga Sumut yang Terlantar di Hutan Malaysia

Medan, IDN Times - Publik dikejutkan dengan kabar warga asal Sumatera Utara yang terlantar di hutan Batu Sembilan, Bintulu, Malaysia. Seorang Ibu dan 5 anaknya hanya tinggal di sebuah pondok kecil.
Identitas warga Sumut itu adalah Mida Situmorang. Perempuan 45 tahun itu tinggal di hutan bersama lima orang anaknya yang masih berusia dua sampai sembilan tahun.
Kabar soal mereka pertama kali diketahui atas laporan warga yang melihat Mida keluar masuk hutan. Hingga akhirnya kabar itu sampai ke Konsul Jenderal Republik Indonesia di Kuching.
1. Warga mengikuti Mida ke dalam hutan dan terkejut

Konsul Jenderal RI di Kuching Yonny Tri Prayitno menyampaikan, awalnya warga setempat mengikuti Mida keluar masuk hutan. Dia selalu membawa sayuran saat keluar dari hutan untuk dijual kepada masyarakat.
Namun setelah sampai di hutan, warga terkejut. Mida tinggal di sana bersama lima anak dan suaminya Erwin yang sedang sakit. Erwin pun meninggal pada Oktober 2019 lalu.
“Suaminya sakit di hutan, mamanya ini berdagang ke kota, ada yang lihat, dia ikuti sampai ke hutan,” ujar Yonny.
2. Mida sekeluarga langsung dievakuasi ke KJRI

Kabar soal Mida langsung ditanggapi. Mereka dievakuasi ke penampungan sementara KJRI.
Setelah dilakukan wawancara, Mida diketahui sudah bekerja di Kuching sejak 1974. Pihak Imigrasi KJRI Kuching Sarawak juga sudah membuatkan dokumen perjalanan berupa Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) yang nantinya digunakan untuk proses pemulangan ke Sumut.
3. Sudah dalam perjalanan ke Sumut

Mendengar kabar warganya yang terlantar, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memerintahkan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Sabrina bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumut Nurlela untuk berangkat ke Kuching, menjemput Mida Situmorang dan kelima anaknya.
Tim yang berangkat langsung berkoordinasi dengan pihak KJRI di Kuching, Malaysia, guna pengurusan administrasi dan dokumen yang dibutuhkan. Agar Mida Situmorang dan kelima anaknya segera dapat dipulangkan ke Sumut.
Setelah menginap satu malam di rumah penampungan BP3TKI Pontianak, hari ini Selasa (3/12), bersama Tim Pemprov Sumut, Mildah dan keluarga melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat terbang menuju Medan, Sumut.
“Alhamdulillah semua lancar. Insya Allah nanti sore kami akan sampai di Medan,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Sabrina, Selasa (3/12).