Medan, IDN Times - Kapolda Sumatera Utara Irjen Agus Andrianto tampaknya begitu berang dengan yingkah para begal yang semakin marak khususnya di Kota Medan. Dia pun memerintahkan jajarannya untuk bertindak tegas dalam penanganan kasus begal.
Berbagai upaya sudah dilakukan untuk mengurangi angka kejahatan jalanan. Namun kejahatan jalanan terus bertunbuh dengan motif-motif baru.
Teranyar adalah kasus Komplotan Guntur yang melukai tangan kanan para korbannya untuk melemahkan. Setelah korban terjatuh, para korban langsung mengambil sepeda motor dan barang berharga milik korbannya.
Guntur Syahputra (diduga ketua komplotan) dan Leou Halawa tewas diterjang timah panas polisi. Mereka melukai Bripka Johanes Purba saat melakukan penangkapan.
Sedangkan Tengku Aditya Hidayat dan Muhammad Febrian ditembak di bagian kaki. Tengku adalah seorang residivis dengan kasus yang sama.
Agus mengintruksikan jajarannya untuk tidak memberikan toleransi kepada pelaku begal. Bahkan jika ada yang membandel harus ditindak tegas.
“Mereka kalau melawan, kirim sajalah ke akhirat. Kasihan masyarakat yang menjadi korban,” ujarnya.
