Direktur Utama Badan Pelaksana Ororita Danau Toba, Arie Prasetyo yang juga ikut di dalam rapat mengapresiasi langkah Polda Sumut. Dia berharap dengan dukungan Polda Sumut pembangunan Danau Toba tidak akan molor.
“Kita sepakat untuk sama-sama yah. Apalagi super prioritas, effort kita juga harus super. Ada dukungan dari Pak Kapolda dan Para Kapolres di kawasan Danau Toba. Saya kira ini cukup penting untuk memastikan pembangunan ini berjalan tepat waktu,” ujarnya.
Dalam rapat itu, Kata Arie, dia juga memaparkan sejumlah hambatan yang masih mempengaruhi pembangunan Danau Toba. Diantaranya adalah masalah lingkungan dan lainnya.
“Sampai kita membahas yang detil-detil. Misalnya soal tonase kendaraan yang melintas di kawasan Danau Toba. Supaya kawasan Danau Toba ini menjadi kawasan pariwiasata, nuansanya harus pariwisata. Jadi kalau orang datang ke Danau Toba ini nuansanya pariwisata. Jangan nanti tiba tiba ada kendaraan berat yang melalui jalan pada jam jam yang tidak tepat. Ini perlu kita dukung supaya berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Untuk diketahui, pemerintah pusat menggelontorkan dana Rp3,5 triliun untuk pengembangan Danau Toba. Pembangunan yang dilakukan meliputi infrastruktur jalan, jembatan, kapal, pelabuhan hingga resort. Pengerjaan pembangunan ditarget rampung pada 2020 mendatang.