Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pangdam I/BB Mayjend Mayjen TNI MS Fadhilah menjenguk korban ledakan bom di Medan (Dok. IDN Times)
Pangdam I/BB Mayjend Mayjen TNI MS Fadhilah menjenguk korban ledakan bom di Medan (Dok. IDN Times)

Medan, IDN Times - Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI MS Fadhilah beserta staf mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara TK II Medan di Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 1, Kecamatan Medan Baru, Jumat (15/11).

Kedatangan orang nomor satu di jajaran Kodam I/BB itu untuk menjenguk para korban bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan, Rabu (13/11) kemarin.

1. Kunjungan Pangdam I/BB dan staf untuk memberikan dukungan moril

Pangdam I/BB Mayjend Mayjen TNI MS Fadhilah menjenguk korban ledakan bom di Medan (Dok. IDN Times)

Menurut Fadhilah kejadian bom bunuh diri itu juga menjadi perhatian pihaknya.

"Kedatangan kami juga untuk memberikan dukungan moril kepada rekan-rekan kepolisian atas kejadian bom di Polrestabes Medan beberapa hari lalu," kata Fadhilah kepada wartawan usai melihat kondisi para korban.

2. Media harus ikut perangi terorisme

Pangdam I/BB Mayjend Mayjen TNI MS Fadhilah menjenguk korban ledakan bom di Medan (Dok. IDN Times)

Selain itu, lanjut Fadhilah, kedatangan mereka untuk memberi semangat dan dorongan kepada para korban agar cepat pulih.

"Ini juga bagian dari upaya kita untuk terus memerangi terorisme di Indonesia," ungkap jenderal bintang dua ini.

Pascaledakan, sambungnya, pengamanan di markas Kodam I/BB diperketat. Khususnya pengawasan di pintu-pintu masuk.

"Tapi perlu diingat bahwa terorisme ini masuk dalam extra ordinary crime atau kejahatan luar biasa. Untuk itu, saya berharap kita semua termasuk rekan-rekan media ikut memerangi masalah ini," imbaunya.

3. Akan jalin kerja sama dengan semua unsur demi menciptakan keamanan di Sumut

Pangdam I/BB Mayjend Mayjen TNI MS Fadhilah menjenguk korban ledakan bom di Medan (Dok. IDN Times)

Fadhilah menjelaskan, untuk menciptakan keamanan di Sumatera Utara, pihaknya tetap bekerja sama dengan semua unsur yang ada. Terutama kepolisian daerah, intelijen dan pemerintah daerah.

"Kita bersama-sama untuk saling menjaga dan memperkuat satu sama lain agar kejadian serupa tidak terulang kembali," tegas Fadhila.

Editorial Team