Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
(Pimpinan baru KPK Lili Pintauli Siregar bertemu dengan Walkot Medan Dzulmi Eldin) Humas Pemko Medan
(Pimpinan baru KPK Lili Pintauli Siregar bertemu dengan Walkot Medan Dzulmi Eldin) Humas Pemko Medan

Seperti kejar tayang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan tiga operasi tangkap tangan di tiga kota berbeda dalam waktu dua hari. Hal ini dilakukan sehari menjelang UU KPK yang baru diterapkan, tepatnya 17 Oktober 2019.

Berikut tiga OTT yang dilakukan KPK dalam dua hari terakhir.

1. Bupati Indramayu diduga menerima suap senilai Rp200 juta

(Bupati Indramayu Supendi kenakan rompi oranye) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Bupati Indramayu periode 2015-2019, Supendi kena OTT KPK pada Senin (14/9) Ia resmi ditetapkan sebagai tersangka penerima suap pada Selasa (15/10). 

Kader Partai Golkar itu ditetapkan sebagai tersangka usai diciduk melalui operasi tangkap tangan oleh KPK. 

Supendi ditetapkan sebagai tersangka karena ia diduga menerima suap senilai Rp200 juta. 

"SP (Supendi) diduga menerima total Rp200 juta yaitu pada Mei 2019 senilai Rp100 juta dan 14 Oktober 2019 senilai Rp100 juta," ujar Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan ketika memberikan keterangan pers di gedung Merah Putih pada Selasa malam ini. 

Uniknya, duit suap itu berdasarkan temuan komisi antirasuah digunakan oleh Supendi untuk keperluan pembayaran THR (Tunjangan Hari Raya), dayang wayang kulit dan gadai sawah. Namun, nominal suap itu diprediksi baru sebagian, karena duit itu merupakan bagian dari komitmen fee 5-7 persen dari nilai proyek yang ada di Kabupaten Indramayu. 

2. Kepala BPJW XII kena OTT beberapa jam setelah Supendi ditangkap

(Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dan Laode M. Syarif) IDN Times/Santi Dewi

Usai menangkap Bupati Indramayu, Supendi pada Senin (14/10), tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak melakukan operasi senyap ke-19 di Kalimantan Timur. 

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan mengatakan sejauh ini sudah ada delapan orang yang diamankan oleh komisi antirasuah. 

"Memang teman-teman tim kita sedang berada di Kaltim, tapi masih di dalam pengembangan. Sudah ada beberapa orang yang akan dibawa besok pagi, kalau tidak salah 8 orang," kata Basaria malam ini ketika memberikan keterangan pers pada Selasa (15/10) di gedung Merah Putih. 

Komisioner perempuan pertama di KPK itu terlihat masih enggan berbicara lebih banyak lantaran masih di tahap pengembangan kasus. Namun, menurut dia, pelaku utama dalam operasi senyap itu sudah berhasil diciduk oleh tim penyidik. Ia memastikan tidak ada kepala daerah yang diamankan dari operasi senyap pada Selasa (15/10). 

"Unsurnya Kepala Balai Pelaksana Jalan wilayah XII dan ada PPK juga di balai tersebut serta beberapa orang pihak swasta dan staf dari balai tersebut," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah yang ikut mengonfirmasi adanya OTT pada hari ini. 

3. Hari ini Wali Kota Medan Dzulmi Eldin kena OTT

Dok. IDN Times/IStimewa

Setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kaltim dan Indramayu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali tancap gas.

Kali ini mereka menjaring kepala daerah lainnya. Yang mengejutkan kali ini OTT dilakukan di Medan.

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin menjadi salah satu yang terjaring dalam OTT tersebut. Hal itu dibenarkan Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

"Ada 7 orang diamankan dari Medan. Kepala daerah sedang dibawa ke Jakarta. Sementara 6 orang lain masih di Polrestabes Medan," kata Febri, Rabu (16/10).

Namun status hukum mereka akan ditentukan dalam 24 jam ke depan.

Editorial Team