Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Grace Natalie: PSI Akan Menjadi Pengganggu Kenyamanan Partai Lama
IDN Times/Fadli Syahputra

Medan, IDN Times - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie menyapa dan berorasi di hadapan ribuan para kader partai di Sumatera Utara yang hadir di Festival 11 yang digelar di gedung MICC, Medan, Senin (11/3) malam.

Dalam orasinya, Grace menyampaikan PSI hadir untuk mengganggu partai-partai lama.

"Sejarah telah menuliskan takdir PSI akan menjadi pengganggu kenyamanan partai-partai lama. Kita akan mengganggu tidur siang panjang para politisi yang hanya bekerja lima tahun sekali," jelasnya.

1. Saat ini partai lama lebih banyak mengumbar janji saja

IDN Times/Fadli Syahputra

Menurut Grace, saat ini partai lama lebih banyak mengumbar janji saja. 

"Pekerjaan rumah untuk membangun negeri sering diabaikan, PSI sebetulnya tidak perlu berdiri jika partai nasionalis mengerjakan pekerjaan rumahnya, pungkas Grace yang menggunakan jaket merah itu. 

2. Grace juga menyinggung partai pendukung terbitnya peraturan yang mengekang kebebasan

(Ilustrasi) IDN Times/Fadli Syahputra

Dalam orasinya, Grace juga menyinggung partai pendukung terbitnya peraturan yang mengekang kebebasan yang terkesan diskriminatif.

"Kepada partai lain, baik di BPN termasuk juga yang ada dalam koalisi TKN, kami mohon maaf. Meskipun kita berada dalam perahu yang sama yang akan membawa Pak Jokowi kembali menang, tapi bukan berarti kita tidak memiliki perbedaan," ujarnya.

3. PSI merupakan sebuah gagasan baru dalam politik Indonesia

IDN Times/Masdalena

Grace juga mengutarakan bahwa PSI merupakan sebuah gagasan baru dalam politik Indonesia yang mendasarkan diri pada semangat membangun politik yang bersih.

"Politik yang bekerja melayani rakyat, politik yang terbuka," terangnya.

Dalam acara tersebut terdengar para kader menyuarakan yel-yel untuk memenangkan Pasangan Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf. 

"Kita masih punya cukup waktu mengetuk pintu rumah dan pintu hati rakyat, agar pada tanggal 17 April rakyat memenangkan Jokowi dan memilih PSI. Survei-survei dari lembaga kredibel menunjukkan elektabiltas PSI membaik," pungkasnya.

Editorial Team