Geger, Warga Sitahuis Temukan Tengkorak Manusia di Hutan

Tapanuli Tengah, IDN Times - Warga Lingkungan l, Kelurahan Nauli dihebohkan dengan penemuan tengkorak manusia di dalam hutan di Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (1/11).
Penemuan tengkorak itu pertama kali diketahui sekira pukul 09.30 WIB. Saat itu salah satu warga mendengar teriakan minta tolong dari dalam hutan.
"Setelah ke lokasi kami melihat ada tengkorak manusia, dan selanjutnya kami telepon lah Bhabinsa," kata S Boru Hutagalung.
1. Lokasi penemuan tengkorak berjarak 500 meter dari pemukiman warga

Setelah menerima informasi itu, petugas Kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian. Lokasi itu berjarak 500 meter dari pemukiman warga.
Polisi yang tiba di lokasi langsung memasang police line. Di sana tidak sedikit dari warga yang datang setelah mendengar kabar penemuan itu.
"Orang sini kayaknya," kata salah satu warga di lokasi.
2. Korban diketahui tidak pulang selama sebulan terakhir

Menurut informasi yang diperoleh, tengkorak manusia bernama Jaura Manalu, warga dusun lll Bonandolok, Kecamatan Sitahuis.
Kabar itu diperoleh dari pengakuan salah satu keluarga korban, Martua Manalu. Dia menyebut bahwa korban tidak pulang selama sebulan terakhir.
"Korban ini dulunya bekerja sebagai supir. Dan beberapa bulan ini nggak pernah pulang ke rumah," kata Martua di lokasi.
3. Di sekitar lokasi ditemukan selendang milik korban

Amatan, tengkorak yang terlihat masih utuh itu diperkirakan sudah beberapa bulan di dalam hutan. Di sekitar tengkorak juga ditemukan selendang kain yang masih tergantung di sebuah pohon.
Sementara, Kapolres Tapteng, AKBP Sukamat melalui Paur Humas, Rensa Sipahutar membenarkan penemuan tengkorak manusia itu.
"Iya, saat ini petugas inafis masih di lokasi kejadian," kata Rensa.
4. Korban meninggalkan rumah sejak tanggal 4 Oktober

Rensa menyebut, setelah melakukan indentifikasi, petugas juga akan membawa tengkorak atas nama Juara Manalu ke RSUD Pandan.
"Korban terakhir meninggalkan rumah pada tanggal 4 Oktober yang lalu," kata Rensa.
Dikatakan Rensa, selain melakukan proses identifikasi, tiga orang saksi juga telah dimintai keterangannya oleh petugas. Termasuk adik korban, Martua Manalu.
"Dari pengakuan adik korban, pakaian yang ditemukan di sekitar tengkorak itu adalah milik abangnya, Juara Manalu," kata Rensa.