Anthony, Caleg Milenial dari Siantar Siap Suarakan Kaum Muda

Pematangsiantar, IDN Times- Anthony belakangan ini menjadi perbincangan hangat di kalangan anak muda Kota Siantar-Simalungun. Jika di suatu tempat tongkrongan berbicara politik, nama Anthony kerab disebutkan sebagai politisi muda Siantar.
Meskipun sering jadi bahan pembicaraan, masih banyak kalangan millenial yang belum mengetahui latar belakang pemuda keturunan Tionghoa ini. Berikut fakta-fakta soal Anthony.
1. Sejak kecil dididik menjadi pengusaha yang penuh tanggung jawab

Anthony yang berusia 27 tahun ini bersekolah dan besar di Pematangsiantar. Kedua orangtuanya merupakan pengusaha hasil bumi dari Kabupaten Simalungun.
Seusai lulus SMA, Anthony melanjutkan kuliah di Universitas Tarumanegara Jakarta. Menyelesikan kuliah di ibu kota, Anthony pun mengikuti jejak orangtuanya sebagai pebisnis muda.
Kembali ke Sumatera Utara, Anthony merintis usaha penjualan buah jeruk Berastagi. Berawal dari pasar tradisional, buah jeruk itu saat itu sudah memasuki pasar modern seperti di Swalayan dan Supermarket. Saat ini, Anthony memiliki usaha pertambangan yang berada di Sulawesi dan Kalimantan. Semua itu ia dapat berkat penerapan tanggung jawab yang diajarkan orangtuanya.
2. Optimis gantikan wakil rakyat yang tidak bekerja dengan baik

Meski menggeluti dunia usaha, Anthony tidak tutup mata dengan kondisi perpolitikan di Indonesia. Berangkat dari hasil survei, Anthony mengatakan tingkat kepuasan masyarakat terhadap anggota DPR RI masih rendah dibanding lembaga-lembaga tinggi yang ada di Indonesia.
Ia pun merasa resah dengan kondisi semua. Saat masyarakat masih ada yang hidupnya pas-pasan bahkan ada yang kekurangan, masih ada saja anggota dewan yang tidak peduli dengan pemilihnya tersebut.
"Saya itu berniat menjadi anggota dewan bukan untuk mengganti yang baik. Anggota legislatif yang saat ini duduk di Senayan, kalau dia baik, ya itu harus dilanjutkan," ucapnya saat berbincang-bincang dengan IDN Times, Sabtu (6/4).
3. Lebih kenal dengan masyarakat Siantar-Simalungun

Saat ini Anthony maju untuk menjadi anggota DPR RI Dapil Sumut III dari fraksi partai NasDem. Bermodal prinsip tanggung jawab yang ia dapat dari orangtua, pria bertubuh mungil ini mantap untuk menyuarakan aspirasi masyarakat.
Lahir dan besar di Siantar-Simalungun, Anthony mengaku lebih mengetahui kondisi masyarakat di daerah yang bertetanggaan tersebut. Ia pun optimis mendapat dukungan besar dari masyarakat Siantar-Simalungun untuk duduk di senayan.
"Sebenarnya dapil saya itu bukan hanya di Siantar dan Simalungun, tapi masih ada, Binjai, Langkat dan daerah lainnya. Tapi buat apa kita memberi harapan kepada mereka yang kita tidak tau sendiri kondisinya seperti apa. Saya hanya sesekali kampanye di Binjai dan Langkat,"sambungnya.
4. Relakan seluruh gaji dan tunjangan untuk kesejahteraan masyarakat

Meski masih menjadi polemik di masyarakat, tidak menggunakan gajinya saat menjadi dewan untuk kepentingan pribadi menjadi pilihan Anthony. Kebijakan itu, kata Anthony, nantinya akan dibuktikan melalui website miliknya yang akan memaparkan pertanggung jawaban gaji dan tunjangan yang didapatnya.
"Saya menjadi anggota dewan bukan karena uang. Kalau hanya untuk uang semata, sama punya usaha pertambangan. Saya masih belum berumahtangga, jadi uang dari usaha tambang itu cukup buat saya," terangnya.
5. Tak anggap Caleg lain sebagai lawan

Berbicara calon anggota legislatif lain yang daerah pemilihan sama dengannya, Anthony memandang para caleg tersebut bukan sebagai lawan. Anthony mengibaratkan, jika masyarakat mendapatkan 5 kebijakan dari caleg lain dan 5 kebijakan darinya, itu akan menjadi sesuatu yang besar dan sangat berguna bagi masyarakat.
"Jadi teman-teman calon yang lain itu bukan lawan, selama orang tersebut tidak berniat untuk korupsi saat menjadi anggota dewan," pungkasnya.
