IDN Times/Masdalena Napitupulu
Karena dipikiran gue adalah duit. Jadi lo mata duitan? Gini ya, kalau dipikiran, kita dengan hasil yang kita dapat kita bisa jadi lucu, karena kita lagi flow. Kita mengalir karena kalau kita Stand Up begini jadi kita dapat ini. Gitu sih.
Untuk komika senior gini, masih nulis materi gak?
Jadi gini, di Indonesia ada dua komik yang tidak pernah nulis, gue dan Soleh Solihun, karena prinsip gue udah lulus. Gue gak pernah nulis, udah lulus soalnya.
Dan gue percaya 5 tahun kedepan Stand Up masih merajai entertainment di bumper kedua selain dangdut, karena kan kalau gak jadi Stand Up bisa jadi MC, Pemain Film atau Penulis Film bahkan bisa jadi dukun.
Pernah bingung gak atau nge blank saat ngegig?
Gak, karena gini kalau di corporate saya punya materi andalan yang 2011 sampai hari ini gak berubah, memanggil orang ke atas panggung. Itu gig yang membuat orang bisa lihat ke kita.
Karena di saat lo di atas panggung jangan langsung bawak materi, lo harus pelajari yang ada di lokasi. Entah dia round table atau cinema style, yang paling susah itu meja bulat. Harus ada strategi untuk nguasai panggung.
Sebelum komik, lihat juga produk yang ngundang apa, jangan ngomongin produk lain.
Stand up berhubungan juga dengan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) kan banyak kafe yang sekarang mengundang Stand Up.
Nah, penguasaan panggung paling penting di Stand Up, lo harus mobile, kalau kita berdiri aja keliatan kita gugup.
Sama kayak lo berenang, kalo lo berdiri di satu tempat lo ketahuan pipis, tapi kalau lo sambil jalan pasti gak ketahuan, kan nyampur airnya.